Hanif Destama Saputra
XI IPS 1
Sejarah peminatan
SMAN 1 BOJONGGEDE
PENGARUH ULAMA DALAM PENYEBARAN ISLAM DI NUSANTARA
Teori masuknya Islam ke Nusantara :
Teori Gujarat
Teori Persia
Teori China
Teori Mekkah
Kerajaan kerajaan Islam di Indonesia :
Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Aceh
Kerajaan Peureulak
Kerajaan Malaka
Kerajaan Banten
Kerajaan Islam Cirebon
Kerajaan Islam Pajang
Kerajaan Demak
Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Banjar
Kerajaan Kutai Kartanegara
Kerajaan Gowa dan Tallo
Kerajaan Ternate dan Tidore
Ulama adalah orang yang ahli dalam hal pengetahuan agama Islam, ia merupakan tokoh yang sangat penting dalam menyampaikan seruan Islam kepada orang-orang.
Adapun peran para wali dialami:
- Menjadj guru agama yang disiarkan agama Islam dengan cara mendirikan Mesjid dan pondok - pondok pesantren.
- Menjadi penasehat Raja di kerajaan-kerajaan Islam
- Menjadi panutan masyarakat dan tokoh agama
- Memberi doa restu atau pemimpin ibadah dan upacara.
- Sebagai pegembang budaya masyarakat yang di sesuaikan dengan kebudayaan Islam.
Peranan para ulama dalam proses awal penyebaran Islam di Indonesia sangat besar. Para ulama sangat aktif menyebarkan agama Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Selain memiliki peran yang sangat besar dalam bidang agama, mereka juga memiliki peran di bidang sosial budaya dan politik. Ulama dari Jawa yang menggunakan proses Islam disebut Wali sanga (wali yang terbuka sembilan), yang memusatkan kegiatannya di Kota Demak.
Dengan nama-nama Wali sanga berikut perjuangannya dalam daftar agama Islam di berbagai daerah adalah sebagai berikut.
Maulana Malik Ibrahim (dari Arab)
Kemudian terkenal sebagai Sunan Gresik. Maulana Malik Ibrahim berjasa dalam dakwah Islam di Jawa Timur. Beliau datang di Jawa Timur tahun 1379 M dan wafat tahun 1419, dimakamkan di Gresik.
Sunan Ampel
Nama kecilnya Raden Rahmat, asal dan Campa / Juampa, Aceh. Peranannya sebagai perencana berdirinya liburan Islam Demak dan juga keputusan mendirikan Masjid Agung Demak. Daerah penyebaran lslamnya di Ampeldenta (dekat Surabaya), dan mendirikan pesantren Ampeldenta.
Sunan Bonang (putra Sunan Ampel)
Nama kecil Makdum Ibrahim, sebagai penyebar Islam di daerah Tuban.
Sunan Drajat (putra Sunan Ampel)
Nama kecil Syarifudin, daerah penyebarannya di Jawa Timur. Ajaran Islam yang ditanamkan dengan cara melakukan amal, menolong orang yang menderita, orang sakit, fakir miskin, dan membantu anak yatim piatu. Menciptakan gending Pangkur.
Sunan Giri.
Nama kecil Raden Paku, daerah penyebarannya di Jawa Timur dan di luar Jawa (Madura, Ternate, dan Tidore). Ia dikenal sebagai pendidik yang berjiwa demokrasi dengan media lagu anak-anak bertema Islam. Lagu hasil karyanya adalah ilir-ilir, Jamuran, dan Cublak-cublak Suweng, serta pencipta gending Asmaradhana dan Pocung.
Sunan Kalijaga
Nama kecil Joko Said, berdakwah melalui media wayang kulit.
Sunan Kudus
Nama kecil Ja'far Shodiq, laantik sebagai wali yang pandai ilmu Tauhid, Usul fiqih, Hadis, dan sastra, makanya beliau mendapat gelar Walliyyulilmi. Karyanya yang terkenal adalah gending Maskumambang dan Mijil. Menara masjid Kudus yang mirip candi adalah hasil peninggalannya.
Sunan Muria
Nama kecilnya Raden Umar Said. Beliau senang hidup di pedesaan. Cara berdakwah lewat bhs. „Bagi rakyat jelata. Gending Sinom dan Kinantiurus untuk kepentingan dakwah.
SunanGunung Jati
Nama kecilnya Faletehan (Fatahillah) Syarif Hidayatullah. Ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Banten dan Cirebon. Daerah penyebaran agama Islamnya di Jawa Barat.
Di sampin dilakukan oleh para Wali sanga, dalam mengakses Islam juga dilakukan oleh ulama seperti Sunan Bayat, Syekh Bentong, Sunan Sendang Duwur, dan lain-lain. Ini yang sering disebut juga Wali Lokal. Selain itu ada juga Syekh Siti Jenar, yang karena mengajarkan ilmu tassawuf (belum waktunya), maka ia juga dianggap tidak mungkin dalam Wali sanga. Di luar Jawa mengakses Islam dilakukan oleh:
- Dato'ri Bandang, ulama di daerah Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan.
- Dato 'Sulaiman, ulama di Sulawesi Tengah dan Utara.
- Tuan Tunggang Parang, ulama di Kalimantan Timur.
- Penghulu Demak, ulama di daerah Banjar (Kalimantan Selatan).
Komentar
Posting Komentar